Sentimen
Negatif (96%)
30 Jan 2025 : 21.13
Informasi Tambahan

BUMN: Garuda Indonesia

Tokoh Terkait
joko widodo

joko widodo

Teddy Gusnaidi Bongkar Pola Serangan ke Jokowi: Setelah Pelukis dan Nelayan, Siapa Lagi?

30 Jan 2025 : 21.13 Views 40

Fajar.co.id Fajar.co.id Jenis Media: Nasional

Teddy Gusnaidi Bongkar Pola Serangan ke Jokowi: Setelah Pelukis dan Nelayan, Siapa Lagi?

FAJAR.CO.ID, JAKARTA -- Wakil Ketua Partai Garuda, Teddy Gusnaidi, menyoroti pola serangan terhadap Presiden ke-7 Indonesia, Jokowi.

Ia menilai ada pihak yang sengaja memanfaatkan kelompok tertentu untuk menyerang pemerintahan, namun kemudian ditinggalkan setelah tidak lagi berguna.

"Setelah pelukis, lalu nelayan, nanti akan ada lagi pion lainnya yang akan mereka manfaatkan," ujar Teddy di X @TeddGus (30/1/2025).

Dikatakan Teddy, pelukis dan nelayan yang diangkat ke publik seolah-olah memiliki peran besar dalam dinamika politik, padahal sebenarnya hanya menjadi alat bagi pihak tertentu.

"Si pelukis dan si Nelayan dibuat seolah-olah merasa sebagai pemain catur," tukasnya.

"Padahal mereka hanyalah pion yang dimanfaatkan. Setelah tidak bermanfaat mereka tinggalkan," tambahnya.

Teddy juga menyinggung contoh kasus sebelumnya, di mana seorang pelukis yang sempat viral kini tidak lagi menjadi perhatian kelompok yang dulu mendukungnya.

"Lihatlah si pelukis itu, mereka tinggalkan setelah tidak bermanfaat lagi," tandasnya.

Sebelumnya, pemeran lukisan Yos Suprapto dibatalkan disaat para pengunjung sudah hadir untuk acara pembukaan pameran. Pintu Galeri Nasional mendadak ditutup.

Pintu utama digrendel, dan lampu tiba-tiba digelapkan. para pengunjung yang sudah hadir ke lokasi pun dibuat kecewa.

Dibatalkannya pameran lukisan tunggal karya Yos Suprapto di Galeri Nasional, Jakarta, meski sudah disiapkan dengan cukup matang selama sekitar satu tahu.

Karena kurator yang ditunjuk Galeri Nasional, Suwarno Wisetrotomo, meminta lima diantara 30 lukisan untuk diturunkan dengan alasan tidak sejalan dengan tema dan pesannya terlalu vulgar tentang praktik kekuasaan.

Yos Suprapto menolak untuk menurunkannya. Dia beralasan, lima lukisan tersebut masih sesuai dengan dari tema pameran.

Lima lukisan tersebut justru menjadi latar belakang situasi dari tema tentang kedaulatan pangan.

Dia menjelaskan bahwa ketika lima lukisan itu diturunkan, maka narasinya menjadi tidak utuh. Hal itu yang tidak diinginkan oleh sang seniman.

Daripada menurunkan 5 lukisan yang sudah dipersiapkannya dengan cukup matang, Yos Suprapto lebih memilih membatalkan acara pameran tunggal dan membawa pulang lukisan-lukisan tersebut ke Jogjakarta.

(Muhsin/fajar)

Sentimen: negatif (96.2%)