Pemerintah Tak Batasi Kegiatan Masyarakat Bali Selama KTT AIS Forum
Kompas.com
Jenis Media: Nasional
/data/photo/2023/10/08/65229f44b865f.jpg)
JAKARTA, KOMPAS.com - Panglima Tentara Nasional Indonesia (TNI) Laksamana Yudo Margono mengatakan, aktivitas sosial masyarakat Bali tidak akan dibatasi selama pelaksanaan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Archipelagic and Island States (AIS) Forum 2023 yang digelar pada Selasa-Rabu (10-11/10/2023).
Selain itu, pemerintah tidak membatasi aktivitas wisata di provinsi tersebut.
"Tidak ada pembatasan, hanya saja nanti saat pergerakan konvoi delegasi mulai dari bandara menuju hotel serta tempat berlangsungnya KTT akan sedikit terganggu," ujar Yudo dilansir dari siaran pers Tim Komunikasi dan Media KTT AIS Forum 2023, Senin (9/10/2023).
"Namun saya rasa masyarakat Bali sudah terbiasa, karena di Bali sudah beberapa kali dilaksanakan KTT”, kata dia.
Baca juga: Tiba di Bali, Delegasi KTT AIS Forum Disambut secara Militer dan Tarian Pendet
Yudo pun meminta jajarannya memastikan pelaksanaan pengamanan agar pelaksanaan KTT berlangsung lancar.
Selain itu, dia meminta agar daerah rawan keamanan diantisipasi.
Sementara itu, Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo mengatakan, pihaknya akan mengantisipasi isu-isu yang berkembang di dalam maupun luar negeri sehingga tidak mengganggu KTT AIS Forum.
Sigit berjanji melakukan pengamanan secara optimal.
“Saya bersama Panglima tentunya akan melaksanakan kegiatan pengamanan seoptimal mungkin sehingga seluruh rangkaian kegiatan akan berjalan dengan baik, isu-isu yang dibahas akan menghasilkan keputusan strategis," kata Sigit.
KTT AIS Forum 2023 akan membahas sederet isu penting, mulai dari ekonomi biru (blue economy), penanggulangan sampah laut, dan illegal fishing.
KTT tersebut mengusung tema Fostering Collaboration, Enabling Innovation for Our Ocean and Our Future.
Baca juga: Manfaat KTT AIS Forum Akan Dirasakan Dunia 10 Tahun Mendatang
Agenda pertemuan internasional tersebut akan berfokus kepada tiga aspek penting, yakni pembangunan ekonomi biru, tantangan perubahan iklim, dan mempererat solidaritas antara negara pulau dan kepulauan.
Sentimen: positif (76.2%)