Sentimen
Undefined (0%)
30 Agu 2025 : 22.37
Informasi Tambahan

Kab/Kota: Solo

Warga Jaga Warga, Pemkot Solo Bentuk Satgas GWS Libatkan Karang Taruna hingga RT

30 Agu 2025 : 22.37 Views 1

Espos.id Espos.id Jenis Media: Solopos

Warga Jaga Warga, Pemkot Solo Bentuk Satgas GWS Libatkan Karang Taruna hingga RT

Esposin, SOLO—Pemerintah Kota (Pemkot) Solo membentuk Satgas Gerakan Warga Solo (GWS) setelah peristiwa aksi unjuk rasa yang diwarnai kericuhuan dan perusakan di Solo, Jumat (29/8/2025). Semua elemen masyarakat didorong untuk terlibat untuk menjaga kondusivitas Kota Bengawan.

Wali Kota Solo Respati Ardi menjelaskan telah melakukan rapat koordinasi dengan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Solo, Sabtu (30/8/2025), untuk mereviu peristiwa di Solo pada Jumat lalu. 

“Dari rapat itu kami mengajak ayo bikin gerakan warga Solo. Jadi warga jaga warga, kami melibatkan di setiap kecamatan, kelurahan untuk berkoordinasi dengan RT dan RW masing-masing. Jadi menghidupkan perangkat RT,” jelas dia kepada wartawan di Loji Gandrung, Solo, Sabtu siang.

Dia menjelaskan warga diminta menjaga kondusivitas suasana di wilayahnya masing-masing karena peristiwa kericuhan yang terjadi pada Jumat mayoritas dilakukan bukan oleh warga Solo. Pemkot Solo mengajak aksi solidaritas untuk menjaga Kota Solo.

“Intinya kita mempersiapkan, menjaga produktivitas di wilayah yang terpenting. Karena dari rapat tadi pagi kita ketahui bahwa itu mayoritas dan mayoritas besar itu bukan warga Solo. Maka ini aksi solidaritas warga Solo mengajak untuk warga Solo untuk bisa menjaga kotanya sendiri,” papar dia.

Menurut dia, GWS dibentuk di setiap RT yang terdiri atas karang taruna.

Diungkapkan Respati, peserta aksi unjuk rasa yang anarkis pada Jumat malam mayoritas pelajar SMA. Pemkot Solo mengajak orang tua untuk mengawasi anaknya.

“Kami mengajak anak muda untuk srawung dengan warga. GWS mengajak warga setempat untuk menjaga kondusivitas masing-masing,” papar dia.

Selain itu, Respati menjelaskan Pemkot Solo menetapkan status tanggap darurat selama tujuh hari mulai, Sabtu (30/8/2025). Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Solo sebagai koordinator untuk situasi tanggap darurat.

“Salah satunya kami pengin melibatkan kelompok masyarakat dan perangkat-perangkat itu saja supaya BPBD untuk membantu dalam keadaan darurat, termasuk semalam itu keadaan darurat,” papar dia.

Pemkot Solo, kata Respati, melakukan langkah preventif, misalkan konsolidasi ambulans, logistik makanan, dan lain-lain. GWS bertugas untuk tujuh hari ke depan.

“Keadaannya baik-baik saja, status darurat bencana ini hanya untuk keperluan administrasi. Warga tidak perlu khawatir,” papar dia.

 

Sentimen: neutral (0%)