Sentimen
Undefined (0%)
30 Agu 2025 : 15.27
Informasi Tambahan

Agama: Hindu, Islam, Katolik, Kristen

Hewan: Domba

Institusi: MUI

Kab/Kota: Solo

Demo Rusak Fasum, FKUB Solo: Sampaikan Aspirasi dengan Baik, Jangan Terprovokasi

30 Agu 2025 : 15.27 Views 1

Espos.id Espos.id Jenis Media: Solopos

Demo Rusak Fasum, FKUB Solo: Sampaikan Aspirasi dengan Baik, Jangan Terprovokasi

Esposin, SOLO–Perwakilan enam agama yang tergabung dalam Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Solo menyerukan kepada semua pihak untuk menjaga kondusivitas dan tidak mudah terprovokasi.

Imbauan ini dikeluarkan menyusul kericuhan yang terjadi setelah aksi demonstrasi di beberapa titik pada Jumat (29/8/2025) malam, yang mengakibatkan adanya korban jiwa dan kerusakan fasilitas umum (Fasum).

Enam perwakilan agama menyampaikan seruan damai dalam sebuah acara. Perwakilan tersebut antara lain K.H. Muhammad Mashuri dari Islam, Pdt. Nahum Sudarsono dari Kristen, Antonius Bambang Tri Antono dari Katolik, Pinandita Bagiyo Hadi Martono dari Hindu, Sunar Bawa Irwan Setiawan dari Buddha, dan WS. Adjie Chandra dari Konghucu. 

Dalam konferensi pers yang digelar pada Sabtu (30/8/2025) di Sekretariat Bersama Kota Solo, Ketua FKUB Solo, K.H. Muhammad Mashuri, menyampaikan lima poin pernyataan sikap bersama perwakilan enam agama, Majelis Ulama Indonesia (MUI), dan OPD terkait.

“Menanggapi peristiwa aksi yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir yang menimbulkan korban dan kerusakan, maka, kami Forum Kerukunan Umat Beragama Kota Surakarta mengimbau kepada seluruh lapisan masyarakat,” ujar Mashuri, Sabtu.

Ada lima poin yang disampaikan pada kesempatan tersebut. Pertama, FKUB menyatakan duka cita yang mendalam atas meninggalnya Affan Kurniawan, pengemudi ojek online (ojol) yang dilindas mobil taktis Brimob.

“Semoga almarhum diterima di sisi Allah Subhanahu Wa Ta'ala Tuhan Yang Maha Esa dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan serta ketabahan,” ucapnya.

Kedua, FKUB meyakini aspirasi masyarakat adalah suara yang sah, namun penyampaiannya tidak boleh dinodai oleh kekerasan atau anarkisme. 

Poin ketiga, FKUB menyerukan agar seluruh elemen masyarakat di Kota Solo tetap bersatu, menjaga aksi tetap damai, dan tidak merusak fasilitas umum.

Keempat, FKUB meminta aparat keamanan untuk bersikap sabar, bijaksana, dan mengedepankan pendekatan persuasif dalam menghadapi massa. 

Terakhir, FKUB mengajak seluruh komponen bangsa untuk menghindari tindakan anarkis dan mengutamakan dialog.

Menanggapi adanya informasi mengenai rencana aksi oleh mahasiswa di titik depan kantor DPRD dan kawasan Gladak Sabtu (30/8/2025), Mashuri mengimbau agar massa tidak mudah terprovokasi. Ia mengingatkan agar aspirasi disampaikan dengan cara yang baik tanpa merusak fasilitas umum.

"Kita ini sedang dalam rangka recovery ekonomi, jangan sampai dana teralokasikan untuk merecovery gedung-gedung yang sudah bagus. Tentunya akan membuang-buang anggaran percuma untuk merecovery gedung-gedung yang kita rusak sendiri," tegasnya.

Selain itu FKUB juga menyoroti maraknya upaya adu domba di media sosial. Masyarakat diimbau untuk cerdas dan memverifikasi setiap informasi yang diterima. 

Ia berharap agar para tokoh masyarakat dan agama juga diharapkan dapat menenangkan umatnya, bukan justru menyebarkan berita yang belum tentu kebenarannya.

"Harapan kami di level-level tokoh ini juga bisa menyeimbangkan semua umatnya, jangan sampai justru malah membuat status-status yang mungkin itu belum tentu benar," tambahnya.

Selain itu, ia menambahkan perlu ada perhatian khusus kepada kalangan pelajar dan mahasiswa yang rentan terprovokasi. Ia menekankan pentingnya peran keluarga untuk memberikan pemahaman agar tidak ikut dalam aksi-aksi yang berpotensi ricuh.

Sentimen: neutral (0%)