Sentimen
Undefined (0%)
30 Agu 2025 : 14.26
Informasi Tambahan

Kab/Kota: bandung, Garut, Jabodetabek, Kwitang, Malang, Palmerah, Pekanbaru, Pontianak, Semarang, Senayan, Slipi, Solo, Surabaya, Tanah Abang, Tasikmalaya

Kasus: PHK

Ini Penyebab Kemarahan Rakyat Berujung Demo 25-29 Agustus 2025

30 Agu 2025 : 14.26 Views 4

Espos.id Espos.id Jenis Media: News

Ini Penyebab Kemarahan Rakyat Berujung Demo 25-29 Agustus 2025

Esposin, JAKARTA -- Gelombang aksi demonstrasi yang digelar massa sejak Senin (25/8/2025) terus memanas hingga Kamis (28/8/2025). Lantas, apa penyebab demo pada 25-29 Agustus 2025 memanas? 

Demo 25 Agustus 2025 

Sejak pagi hari, ribuan orang dari berbagai latar belakang mulai berkumpul di depan Gedung DPR. Para demonstran yang datang berasal dari banyak kalangan termasuk aktivis, perorangan, pelajar, pedagang, hingga ojek online. Aparat kepolisian pun telah bersiaga dengan barikade beton, pagar berlapis dan menutup akses Jalan Gatot Subroto.

Aksi berlangsung spontan dengan orasi yang dilakukan secara bergantian dengan perhatian utama yaitu pada kenaikan tunjangan DPR hingga menuntun pembubaran DPR.

Massa pada aksi demo ini membawa sembilan tuntutan, yaitu: 

  • Turunkan Prabowo-Gibran 
  • Bubarkan Kabinet Merah Putih 
  • Hentikan proyek penulisan ulang sejarah Indonesia 
  • Tangkap dan adili Fadli Zon atas penyangkalan terhadap tragedi pemerkosaan massal 1998 
  • Tolak RKUHP
  • Transparansi gaji anggota DPR 
  • Batalkan kebijakan tunjangan rumah anggota DPR 
  • Gagalkan rencana kenaikan gaji anggota DPR 

Memasuki siang hari, ketegangan mulai meningkat ketika massa mulai ricuh hingga akhirnya harus dipukul mundur dari depan Gedung DPR RI.

Polisi menahan sekelompok massa di bawah flyover Gerbang Pemuda, dekat GBK. Hal ini memicu kemarahan demonstran yang sudah berada di depan DPR. Mereka kemudian bersatu dan mulai melempari pagar dengan batu dan botol.

Setelah itu, bentrokan terbuka pun terjadi. Sejumlah demonstran berusaha menembus blokade polisi di sekitar Kementerian Kehutanan menuju Slipi hingga membuat aparat mulai menembakkan gas air mata dan menyemprotkan water cannon. Namun massa melawan dengan lemparan batu, kayu, dan botol.

Kericuhan meluas ke arah Slipi, Pejompongan, hingga TVRI. Demonstran bahkan masuk ke jalur tol dalam kota serta rel KRL dekat Stasiun Palmerah.

Akibatnya, tol Letjen S Parman ditutup sementara dan layanan KRL Tanah Abang-Rangkasbitung terganggu. KAI Commuter menutup sementara Stasiun Palmerah dan Tanah Abang.

Menjelang sore hari, massa terus bertambah, di Slipi dan Palmerah massa mulai membakar sejumlah ban hingga memblokade rel KRL. Hal tersebut langsung direspon oleh tembakan gas air mata oleh pihak kepolisian dari atas flyover.

Memasuki malam, kericuhan semakin memanas sampai pos polisi petarmburan dibakar oleh massa. Polisi kembali memukul mundur massa hingga ke arah KS Tubun dan Palmerah Utara.

Demo 28 Agustus 2025 

Demontrasi kali ini di dorong oleh buruh dari berbagai serikat pekerja. Mereka berkumpul di depan Gedung DPR/MPR RI. Aksi demonstrasi dipimpin langsung oleh ketua umum Partai Buruh Said Iqbal, dengan tuntutan terkait kebijakan ketenagakerjaan, terutama soal outsourcing dan upah minimum buruh.

Enam tuntutan utama disuarakan, antara lain penghapusan sistem pekerja alih daya, kenaikan upah minimum 2026 hingga 10,5%, penghentian PHK massal, reformasi pajak, hingga pengesahan RUU Ketenagakerjaan sesuai putusan MK.

Adapun pada aksi demo kali ini, massa membawa delapan tuntutan, yaitu: 

  • Tolak upah murah dan hapus outsourcing 
  • Naikkan upah minimum 
  • Menaikkan pendapatan tak kena pajak 
  • Hapus pajak atas THR dan pesangon 
  • Pembatasan karyawan kontrak 
  • Stop PHK 
  • Pembatasan tenaga kerja asing 
  • Hilangkan Omnibuslaw dengan UU Ketenagakerjaan baru 

Situasi dapat dikatakan kondusif hingga menjelang sore hari, ketegangan pecah ketika sejumlah mahasiswa mencoba memanjat pagar DPR, merusak fasilitas hingga melemparkan batu dan botol ke arah gedung DPR.

Aparat merespons dengan water cannon dan gas air mata. Massa sempat terpukul mundur ke arah Senayan, Slipi, dan Pejompongan. Namun, bentrokan berulang karena kelompok mahasiswa kembali berkumpul di beberapa titik, bahkan meluas hingga jalur tol dan rel KRL sekitar Stasiun Palmerah. Akibatnya, perjalanan KRL Tanah Abang-Rangkasbitung terganggu parah, ratusan penumpang tertahan di stasiun.

Situasi kian memburuk pada malam hari. Di kawasan Pejompongan, sebuah kendaraan taktis (rantis) Brimob yang dikerahkan untuk membubarkan massa justru menabrak seorang pengemudi ojek online, Affan Kurniawan, 21.

Video viral di media sosial menunjukkan rantis melaju kencang, menabrak korban, sempat berhenti, namun kemudian melindas tubuhnya kembali sebelum kabur. Korban dilarikan ke RSCM, namun nyawanya tidak tertolong.

Insiden ini memicu kepanikan sekaligus kemarahan massa hingga bentrokan kian meluas, meski aparat terus menembakkan gas air mata untuk membubarkan kerumunan.

Setelah kejadian memilukan itu, massa pun bergerak menuju markas Komando Brimob di daerah Kwitang, Jakarta Pusat. Massa sampai melakukan pembakaran di depan markas Brimob hingga berapa mobil yang terparkir pun ikut menjadi sasaran amukan dan hangus dibakar massa.

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo pun segera menyampaikan permintaan maaf terbuka, bahkan langsung mendatangi keluarga korban di RSCM pada dini hari tadi. Ia menegaskan semua pihak yang bertanggung jawab akan diproses.

Demo 29 Agustus 2025 

Demonstrasi pun kembali terjadi Jumat (29/8/2025). Seruan aksi kini dilakukan driver ojol sebagai bentuk solidaritas kepada Affan Kurniawan serta mahasiswa yang menuntut keadilan. 

Kali ini, demo dilakukan dengan tuntutan membubarkan DPR RI, mengusut dan memproses hukum polisi yang melindas Affan Kurniawan, serta membatalkan rtunjangan perumahan bagi anggota DPR RI yang dinilai menyakiti hati nurani rakyat. 

Sayangnya, aksi massa pada Jumat di berbagai 14 titik di Indonesia berakhir ricuh. Demo yang sedianya dilakukan dengan semangat solidaritas untuk Affan Kurniawan justru diwarnai dengan aksi bentrokan dengan aparat dan perusakan fasilitas umum. 

Adapun wilayah yang menjadi titik api pada demo 29 Agustus 2025 adalah:

  1. Jabodetabek 
  2. Bandung 
  3. Surabaya
  4. Padang 
  5. Makassar
  6. Pekanbaru 
  7. Semarang
  8. Garut 
  9. Jogja
  10. Malang 
  11. Pontianak 
  12. Manokwari
  13. Tasikmalaya
  14. Solo

Lantas, apa penyebab rangkaian demo pada Agustus 2025? 

Berdasarkan catatan Espos, aksi demo dilakukan sebagai sarana menyalurkan aspirasi rakyat yang marah melihat adanya tunjangan raksasa bagi anggota DPR RI.

Selain itu, sikap anggota DPR yang dinilai sombong dan menunjukkan gestur tone deaf  atau bertindak dan berkomentar tak sesuai dengan konteks semakin menyulut emosi rakyat. 

Video joget-joget dan berbagai narasi yang seolah meremehkan keluar dari mulut beberapa anggota DPR seperti Ahmad Sahroni, Uya Kuya, Eko Patrio, Adies Kadir, hingga Nafa Urbach semakin membuat rakyat geram.

Apalagi di tengah kondisi ekonomi saat ini, pajak dan pungutan terasa semakin mencekik rakyat yang membuat mereka pada akhirnya melakukan aksi demonstrasi. 

Sayangnya, aksi demo yang semestinya menjadi mimbar bebas berekspresi diwarnai dengan tindakan represi yang berulang dari polisi.

Sampai puncaknya, Affan Kurniawan meninggal dilindas kendaraan rantis. Berbagai hal itulah yang mendasari aksi demo meledak di berbagai daerah Indonesia. 

Sentimen: neutral (0%)