Sentimen
Undefined (0%)
30 Agu 2025 : 14.38
Informasi Tambahan

Kab/Kota: Kartini, Solo, Sragen

Bawa Bendera, Massa Perusak Pagar DPRD Sragen-Pos Polisi Diduga Masih Anak-anak

30 Agu 2025 : 14.38 Views 1

Espos.id Espos.id Jenis Media: Solopos

Bawa Bendera, Massa Perusak Pagar DPRD Sragen-Pos Polisi Diduga Masih Anak-anak

Esposin, SRAGEN--Aksi anarkistis massa tak dikenal yang terjadi di DPRD Sragen serta merusak dua pos polisi lalu lintas (lantas) di wilayah setempat diselidiki aparat Polres Sragen. Polisi menduga massa tak dikenal yang merusak fasilitas umum tersebut masih anak-anak.

Untuk menjaga kondusivitas daerah, Polres dan Kodim melakukan patroli berskala besar di wilayah Kabupaten Sragen.

Kapolres Sragen AKBP Dewiana Syamsu Indyasari melalui Kabag Ops Polres Sragen Kompol Suyono kepada Espos, Sabtu (30/8/2025), menyampaikan insiden perusakan itu terjadi pada pukul 03.00 WIB.

Dia menyatakan massa perusak fasilitas publik itu diduga masih anak-anak dan membawa bendera Merah Putih.

"Massa itu berhenti di DPRD Sragen. Kelompok itu sekitar 50-an orang dengan bersepeda motor. Mereka rata-rata masih anak-anak. Yang jelas mereka melakukan perusakan di DPRD. pagar DPRD dan Gedung Kartini. Kemudian mereka lanjut lagi ke timur, lalu mampir di pos lantas di Kota Sragen dan di pos lantas Alun-alun. Kemudian mereka pergi," ujar Suyono.

Suyono menerangkan polisi bersama dengan TNI melakukan antisipasi dengan menggelar patroli skala besar dengan melibatkan 60 personel. Patroli itu, ujar dia, dilakukan untuk mengantisipasi atau menunjukkan kesiapan Polres dan Kodim untuk menjaga Kamtibmas.

Dia menyatakan yang harus dijaga sementara ini gedung DPRD Sragen dan fasilitas polisi yang kosong.

"Kami antisipasi dengan cara melaksanakan patroli. Penempatan personel di pos itu, apabila terjadi massa maka tidak mampu menghalau. Oleh karenanya untuk saat ini pos-pos tersebut kami laksanakan patroli," ujar dia.

Dia menyampaikan Polres Sragen juga mendapat bantuan personel dari Brimob Solo yang stand by di Mapolres Sragen. Dia menerangkan semula kekuatan satu kompi Brimob untuk antisipasi bila sewaktu-waktu ada peningkatan eskalasi.

Suyono mengatakan menyelidiki kasus itu dengan menerjunkan unit-unit reskrim dan intelijen.

Sentimen: neutral (0%)