Sentimen
Informasi Tambahan
Brand/Merek: KIA
Event: Hari Buruh
Partai Terkait
Tokoh Terkait
Puan Maharani Dorong Kesetaraan Gender dan Perlindungan Hak Buruh Perempuan - Page 3
Liputan6.com
Jenis Media: News
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5204930/original/058992900_1746024872-newsCover_2025_4_29_1745909552424-w3m2e.jpeg?w=400&resize=400,225&ssl=1)
Liputan6.com, Jakarta Dalam momentum hari buruh Internasional atau May Day, Ketua DPR RI Puan Maharani menyoroti berbagai persoalan yang dihadapi para pekerja. Ia pun menekankan pentingnya memperjuangkan hak-hak pekerja di Indonesia, termasuk perlindungan bagi buruh perempuan.
“Momen May Day harus menjadi titik refleksi bagi seluruh elemen bangsa untuk memastikan bahwa keadilan dan kesejahteraan pekerja tidak hanya menjadi slogan, tetapi menjadi pijakan utama dalam setiap kebijakan negara,” kata dia dalam keterangannya, Jumat (2/5/2025).
Politikus PDIP ini mengingatkan pentingnya negara dan dunia kerja memberikan perhatian lebih besar terhadap nasib pekerja perempuan, yang sering kali menghadapi beban ganda sebagai tulang punggung keluarga sekaligus pengurus rumah tangga.
“Setiap perempuan pekerja berhak mendapatkan kesempatan yang adil dalam berkarir, terbebas dari segala bentuk diskriminasi, kekerasan, dan pelecehan di tempat kerja. Negara dan dunia usaha wajib menciptakan ruang kerja yang aman, manusiawi, dan inklusif, termasuk bagi ibu bekerja,” ungkap Puan Maharani.
Menurut dia, ini sejalan dengan amanat UU No 4 Tahun 2024 tentang Kesejahteraan Ibu dan Anak pada Fase Seribu Hari Pertama Kehidupan (KIA) sebagai bagian dari komitmen negara melindungi hak-hak perempuan dan anak, khususnya dalam kacamata ibu sebagai pekerja.
Dalam UU ini, Pemerintah dan dunia industri diwajibkan untuk menyediakan ruang-ruang kebutuhan spesifik bagi ibu pekerja, seperti ruang laktasi, tempat penitipan anak, cuti melahirkan yang layak, dan waktu kerja yang ramah keluarga.
Untuk itu, Puan Maharani meminta agar aturan ini dapat diimplementasikan di dunia kerja tanpa membatasi ruang-ruang kesetaraan dan keadilan bagi pekerja perempuan.
“Buruh perempuan bukan hanya tenaga kerja, mereka adalah penopang keluarga dan generasi masa depan,” jelas dia.
“Maka negara wajib memastikan tempat kerja menjadi ruang tumbuh yang adil, aman, dan menyejahterakan bagi perempuan sekaligus dengan terus mendukung prinsip kesetaraan dan keadilan,” imbuh mantan Menko PMK tersebut.
Sentimen: positif (99.7%)