Sentimen
Negatif (99%)
21 Jul 2023 : 23.06
Informasi Tambahan

Kab/Kota: Bekasi

Kasus: covid-19, korupsi

Tokoh Terkait
Kombes Pol Hengki Haryadi

Kombes Pol Hengki Haryadi

Sindikat Penjual Ginjal Ilegal di Bekasi Untung Rp65 Juta per 1 Pendonor, Omset Rp24 Miliar

21 Jul 2023 : 23.06 Views 8

Pikiran-Rakyat.com Pikiran-Rakyat.com Jenis Media: Nasional

Sindikat Penjual Ginjal Ilegal di Bekasi Untung Rp65 Juta per 1 Pendonor, Omset Rp24 Miliar

PIKIRAN RAKYAT – Sebanyak 122 orang menjadi orang korban tindak pidana perdagangan orang (TPPO) dengan modus penjualan ginjal yang beroperasi dari Bekasi, Jawa Barat. Para tersangka sindikat TPPO itu menjual ginjal korban dengan harga Rp200 juta kepada para pembeli dari berbagai negara, seperti Cina, India, Singapura, dan Malaysia.

Akan tetapi, dari jumlah tersebut, para korban hanya dibayar Rp135 juta saja. Sehingga para pelaku mengambil keuntungan Rp65 juta per satu orang pendonor.

“Sindikat Indonesia ini menerima pembayaran sejumlah Rp 200 juta, Rp 135 juta ini dibayarkan kepada pendonor. Sedangkan sindikat ini menerima Rp 65 juta per orang. Dipotong atas operasi mereka, pembuatan paspor, naik angkutan dari bandara ke rumah sakit, dan sebagainya,” kata Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Kombes Pol. Hengki Haryadi saat konferensi pers di Jakarta, Kamis, 20 Juli 2023.

Hengki menyebut para sindikat penjual ginjal ilegal ini telah beroperasi sejak 2019. Selama empat tahun mereka mengantongi total omset sebesar Rp24,4 miliar.

"Pada periode akhir bulan Mei-Juni 2023, para pelaku berhasil memberangkatkan 31 orang korban untuk menjual ginjal ke Kamboja, " kata Hengki.

Hengki menjelaskan, para korban TPPO jual beli ginjal berasal dari berbagai kalangan masyarakat di Indonesia. Bahkan, salah satu calon pendonor diketahui merupakan lulusan S2 kampus ternama di Indonesia.

Dia menyebut, motif para korban tergiur ajakan tersangka karena terhimpit masalah ekonomi. Beberapa di antaranya tidak memiliki pekerjaan karena dampak pandemi Covid-19.

Baca Juga: Korupsi Pengadaan Buldozer, Dody Mantan Pejabat DLH Dijebloskan ke Penjara

"Karena para korban berasal dari beragam profesi seperti pedagang, guru, buruh, sekuriti, bahkan ada yang lulusan S2," katanya.

12 orang ditetapkan tersangka

Dari pengungkapan ini, polisi telah menangkap dan menetapkan sebanyak 12 orang sebagai tersangka. Mirisnya, dua di antaranya berstatus sebagai anggota Polri dan petugas imigrasi.

Keduanya berinisial Aipda M dan pegawai imigrasi AH. Aipda M diduga menerima uang dari sindikat hingga Rp612 dengan peran membantu para pelaku dengan cara menghalangi penyidikan kasus dengan cara memerintahkan pelaku untuk mengganti telepon genggam dan kartu SIM serta menyuruh pelaku untuk berpindah-pindah.

Selain itu, Aipda M juga menjanjikan bisa melakukan pengurusan dan menyelesaikan perkara yang dialami oleh para tersangka. Sedangkan petugas imigrasi berinisial AH berperan membantu meloloskan para calon pendonor ginjal ilegal saat pemeriksaan imigrasi di Bandara Ngurah Rai.

"Oknum AH mendapatkan imbalan uang Rp3,2 juta hingga Rp3,5 juta per orang, " katanya.***

Sentimen: negatif (99.2%)