Sentimen
Informasi Tambahan
Kab/Kota: Yogyakarta, Sleman, Tegal, Magelang, Tokyo
Partai Terkait
Brand Yogya dari Garasi Kini Ekspansi hingga Tokyo dan Hawai
Krjogja.com
Jenis Media: News

Sutardi bersama koleksi Farah Button saat tampil di JFT 2023. (Foto : Harminanto)
Krjogja.com - SLEMAN - Brand fashion perempuan ready to wear asal Yogyakarta, Farah Button menunjukkan perkembangan positif di tahun ke-8 eksistensinya. Betapa tidak, UMKM yang diproduksi seluruhnya di Yogyakarta ini kini merambah pasar internasional hingga ke Tokyo Jepang dan Hawai.
Tak heran bila kemudian Farah Button menjadi satu-satunya brand ready to wear yang masuk dalam gelaran Jogja Fashion Trend (JFT) bertajuk Unity in Diversity yang disuport Bank Indonesia. Delapan koleksi fashion ditampilkan di atas catwalk Pakuwon Mall Yogyakarta, 13 Juli 2023 ini.
Sutardi, sosok di balik Farah Button mengungkap brand lokal yang dikreasikannya sejak 2015 ini kini melebarkan sayap dengan signifikan. Setelah membuka gerai di Bali pada 2022 lalu, Farah Button semakin dikenal di pasar internasional.
"Kebetulan store kami di Bali banyak dibeli justru oleh wisatawan asing, bule-bule suka. Kemudian memang ada yang tertarik, membawa brand kami Farah Button untuk dijual di Tokyo dan Hawai. Kami senang sekali bahkan yang dari Hawai akan datang lagi untuk restok pada bulan Agustus nanti," ungkap Sutardi di sela Jogja Fashion Trend di Pakuwon Mall Yogyakarta.
Farah Button sendiri dimulai dari garasi rumah oleh Sutardi, dan kini memiliki ratusan model pakaian modern perempuan. Tak kurang Farah Button menggerakkan 300 penjahit di Yogyakarta ketika mengeluarkan model terbaru ataupun produksi ulang.
"Alhamdulillah kami punya 300 penjahit dari 4 konveksi yang berkarya di bawah Farah Button. Seluruh proses produksi dilakukan di Jogja, semua bahan juga lokal. Jadi kami memang brand lokal yang mudah-mudahan bisa mengharumkan nama Jogja ke kancah internasional," sambung pria yang sempat tidur di POM Bensin ketika pertama menjejakkan kaki di Yogya ini.
Farah Button kini memiliki cukup banyak gerai di wilayah DIY, Jawa Tengah hingga Bali. Teranyar, mereka membuka gerai baru di Tegal Jawa Tengah setelah Bali pada tahun lalu.
"Kami ingin punya dept store sendiri seperti brand internasional yang didalamnya ada Farah Button bersama brand-brand lokal berkualitas. Kami ingin membawa manfaat lebih banyak untuk teman-teman UMKM jahit dan ekosistem fashion di Yogya," tandasnya.
Sementara terkait menjadi satu-satunya brand ready to wear lokal yang menampilkan karya di Jogja Fashion Trend 2023, Sutardi mengaku sangat bangga dan bersemangat atas apresiasi publik pada produk fashion lokal. Ia berharap capaian Farah Button bisa menginspirasi anak-anak muda atau siapapun yang ingin berkarya menelurkan brand lokal berkualitas.
"Luar biasa sekali untuk kami, mendapat apresiasi bisa ikut dalam Jogja Fashion Trend 2023. Kami berharap bisa menginspirasi siapa saja yang ingin membuat brand lokal berkualitas, agar tidak takut berkreasi, bergerak maju," pungkas bapak dua putra ini.
Sutardi yang menggagas produk Farah Button sendiri sebelumnya memulai usaha dari nol setelah memutuskan hengkang dari ibukota. Pertama kali menginjakkan kaki di Jogja, Sutardi bahkan sempat tidur beberapa hari di POM Bensin Jalan Magelang, sebelah kantor TVRI Yogyakarta.
Farah Button dimulai dari 'garasi' rumah kontrakan, di mana Sutardi mendesain beberapa helai kain yang kemudian dijualnya. Perlahan dengan perjuangan tak mudah, produknya mendapat apresiasi dari konsumen hingga semakin besar di usia ke delapan. (Fxh)
Sutardi bersama koleksi Farah Button saat tampil di JFT 2023. (Foto : Harminanto)
Sentimen: positif (99.6%)