Sentimen
Negatif (100%)
21 Feb 2023 : 07.43
Informasi Tambahan

Agama: Islam

Grup Musik: APRIL

Partai Terkait

Kisah Presiden Irak Saddam Hussein yang Meninggal Tragis di Tangan Amerika Serikat

21 Feb 2023 : 07.43 Views 16

Okezone.com Okezone.com Jenis Media: Nasional

Kisah Presiden Irak Saddam Hussein yang Meninggal Tragis di Tangan Amerika Serikat

KISAH Presiden Irak Saddam Hussein yang kerap berkonflik ini memang menarik untuk dibahas.

Sebagai seorang diktator, di bawah kepemimpinannya, masyarakat Irak selalu mendapatkan kekayaan dari sumber daya minyak. Bagaimana tidak, negara Timur Tengah satu ini memang terkenal dengan potensi minyak buminya.

Sayangnya, bagi siapapun masyarakatnya yang menentang harus mendapatkan siksaan dan eksekusi. Dalam kepemimpinannya, konflik pun banyak berkembang.

Atas banyaknya konflik yang ada terutama konflik Irak dan Iran, banyak pihak yang berusaha menggulingkan kepemimpinan Saddam Hussein. Setelah sempat kabur dari penangkapan, pemimpin yang memimpin lebih dari 2 dekade ini akhirnya dieksekusi gantung pada 2006.

Adapun berikut ini kisah tragis presiden Irak, Saddam Hussein yang sempat menjadi sorotan dunia pada masanya.

Follow Berita Okezone di Google News

Pria yang lahir pada 28 April 1937 menjadi presiden Irak pada 16 Juli 1979 setelah menggulingkan pemimpin sebelumnya Al-Bakr.

Saat  itu Saddam memaksa al-Bakr untuk mengundurkan diri.  Dalam pertemuan tersebut, daftar 68 nama dibacakan dengan lantang, dan setiap orang dalam daftar tersebut segera ditangkap dan dikeluarkan dari ruangan.

Dari 68 orang tersebut, semuanya diadili dan dinyatakan bersalah atas pengkhianatan dan 22 orang dijatuhi hukuman mati. Pada awal Agustus 1979, ratusan lawan politik Saddam telah dieksekusi.

Hingga emimpin yang bernama lengkap Saddam Hussein Abdul al-Majid al-Tikriti mendapatkan dukungan populasi minoritas Sunni Irak. Pemimpin satu ini khawatir jika jika perkembangan revolusi Islam di Iran yang mayoritas Syiah juga menyebabkan pemberontakan di Irak.

Atas hal itu, Saddam memerintahkan pasukan Irak untuk menyerang wilayah Khuzestan yang kaya minyak di Iran pada 22 September 1980. Konflik itu pun dengan cepat berkembang menjadi perang.

Delapan tahun berselang, tepatnya pada 20 Agustus 1988, kesepakatan gencatan senjata akhirnya tercapai. Seusai konflik, Saddam kemudian mencari cara untuk merevitalisasi ekonomi dan infrastruktur Irak dengan mengalihkan perhatian pada tetangga kaya Irak, Kuwait.

Menggunakan pembenaran bahwa negara itu bagian sejarah Irak, pada 2 Agustus 1990, Saddam memerintahkan invasi ke Kuwait. Sebuah resolusi Dewan Keamanan PBB pun segera disahkan, dan menjatuhkan sanksi ekonomi terhadap Irak dan menetapkan batas waktu untuk pasukan Irak harus meninggalkan Kuwait.

Selama tahun 1990-an, masalah ekonomi tak kunjung membaik, membuat berbagai pemberontakan Syiah dan Kurdi. aiarak pun berada di bawah pengawasan internasional.

Pada 1993, saat pasukan Irak melanggar zona larangan terbang yang diberlakukan oleh PBB, Amerika Serikat meluncurkan serangan rudal yang merusak di Baghdad. Pada 1998, pelanggaran lebih lanjut dari zona larangan terbang dan dugaan kelanjutan program senjata Irak menyebabkan serangan rudal lebih lanjut ke Irak.

Konflik terus berlanjut, pada 2002, PPB melakukan inspeksi terhadap situs-situs senjata yang dicurigai terlah dibangun oleh Irak. Sayangnya, hanya sedikit atau bahkan tidak ada bukti program semacam itu ditemukan.

Tepat pada 20 Maret 2003, dengan dalih bahwa Irak sebenarnya memiliki program senjata rahasia dan merencanakan serangan, sebuah koalisi pimpinan AS menyerbu Irak. Dalam beberapa minggu, pemerintah dan militer Irak telah digulingkan, dan pada tanggal 9 April 2003, Baghdad jatuh dan Saddam pun lolos dari penangkapan.

Setelah lama bersembunyi, 13 Desember 2003, Saddam ditemukan bersembunyi di sebuah bunker bawah tanah kecil di dekat sebuah rumah pertanian di ad-Dawr, dekat Tikrit.

Pada 13 Desember 2003, Saddam ditemukan dan dipindahkan ke pangkalan AS di Baghdad, di mana ia akan tinggal sampai 30 Juni 2004. Dari rangkaian sidang yang diikuti, ia pun terbukti salah atas konflik yang ditimbulkan.

Ia pun digantung di Camp Justice, sebuah pangkalan Irak di Baghdad pada tanggal 30 Desember 2006. Saddam kemudian dimakamkan di Al-Awja, tempat kelahirannya, pada 31 Desember 2006.

 (RIN)

Sentimen: negatif (100%)